Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Januari 2016

Penyakit Kulit

PENYAKIT KULIT
Perawatan, Pencegahan dan pengobatan



A.    PENGERTIAN KULIT
Kulit adalah lapisanlapisan jaringan yang terdapat pada di seluruh bagian permukaan tubuh. Pada permukaan kulit terdapat kelenjar keringat yang dapat mengeksresi  zat-zat sisa yang dikeluarkan melalui pori-pori kuli berupa keringat. Kulit juga merupakan salah satu alat indra yaitu indra peraba karena di seluruh permukaan kulit tubuh dapat terdapat saraf peraba.
B.     FUNGSI KULIT
Kulit merupakan bagian terluar dari tubuh sehungga berperan sebagai pelindung tubuh dari kerusakan atau pengaruh lingkungan yang buruk. Ada beberapa fungsi kulit lainnya, diantaranya:
1.      Kulit sebagai pelindung
Kulit akan melindugi tubuh bagain dalam dari kerusakan akibat gesekan, tekanan, tarikasn saat melakukan berbagai aktifitas. Kulit juga menjaga dari berbagai gangguan mikrobiologi seperti jamur dan kuman, melindungi tubuh dari serangan zat-zat kimia dari lingkungan yang polusif. Selain itu kulit juga melindungi jaringan terhadap kerusakan kimia dan fisika, terutama kerusakan mekanik dan terhadap masuknya mikrokoorganisme.
2.      Fungsi absorpsi
Kemampuan absorpsi kulit di pengaruhi oleh tebal tipisnya kulit, hidrasi, kelembaban, metabolisme dan jeis vehikulum. Penyerapan dapat berlagsung melalui celah anatar sel atau melalui muara saluran kelenjar tetapi lebih banyak yang melalui sel-sel epidermis dari pada yang melalui muara kelenjar.
3.      Kulit sebagai fungsi ekskresi
kulit memounyai fungsi sebagai tempat pembuangan suatu caran yang keluar dari dalam tubuh berupa keringat degan perantara dua kelenjar kringat yaitu: kelenjar sebasea dan kelenjar keringat.
4.      Fungsi presepsi
Kulit mengandung saraf sensorik di dermis dan subkutis. Terhadap rangsangan panas diperankan oleh badan-bdan ruffini di dermis dan subkutis. Terhadap rangsanga dingin diperankan badan-badan Krause yang terletak di dermis
5.      Kulit sebagai pengaturan suhu tubuh (termoregulasi)
Kulit berkontribusi terhadap pengaturan tubuh (termoregulasi) melaui dua cara: pengeluaran keringat dan menyesuaikan aliran darah di pembuluh jumlah banyak serta memperlebar pembuluh dara (vasodilatasi) sehingga panas akan terbawa keluar oleh tubuh. Sebaliknya pada saat suhu rendah, tubuh akan mengeluarkan lebih sedikit keringat dan mempersempit pembuluh dara (vasodilatasi) sehingga mengurangi pengeluaran panas oleh tubuh.
6.      Kulit sebagai pembentuk vitamin D
Sintesis vitamin D dilakukan mengaktivasi prekursor 7 dihidroksi kolestrol dengan bantuan sinar ultraviolet. Enzi dihati dan ginjal lalu memodifikasi prekursor dan menghasilkan calcitriol, bentuk vitamin yang aktif.
7.      Kulit sebagai tempat penyimpanan
Kulit dapat menyimpan didalam kelenjar lemak. Fungsi kulit dan jaringan bagian bawah bekerja sebagai tempat penyimpanan air. Jaringan  adipose dibawah kulit sebagai penyimpanan lemak. Cadangan lemak dapat dibakar  sehingga menghasilkan panas dan energy untuk mengatasi udara dingin.
8.      Kulit sebagai alat peraba
Kulit sebagai alat peraba dilengkapi dengan reseptor untuk rasa sakit ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan, ujungya berda di dermis yang jauh dari epidermis. Pada lapisan kulit dermis terdapat kumpulan saraf yang dapat menangkap rangsangan berupa suhu, nyeri dan tekanan. Rangsangan tersebut akan disampaikan dari kulit ke otak sebagai pusat iformasi sehingga kita dapat mengetahui yang kita sentuh. Reseptor untuk rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptor terletak di dekat epidermis.
9.      Kulit untuk peunjang kecantikan
Fungsi yang terkait dengan kecantikan yaitu keadaan kulit yang tampak halus, putih dan bersih akan dapat menunjang penampilan. fungsi lain dari kulit yaitu kulit dapat mengekspresikan emosi seseorang seperti kulit memerah, pucat maupu  kontarksi otot penegak rambut.

C.     JENIS-JENIS KULIT
Jenis-jenis kulit manusia diantaraya:
ü  Kulit berminyak
ü  Kulit kering dan dehidrasi
ü  Kulit kombinasi
ü  Kulit sensitive
ü  Kulit normal

D.    NUTRISI UNTUK KULIT SEHAT
1.      Vitamin A
Merupakan salah satu jenis vitamin yang larut dalam lemak. Berperan penting dalam pembentukan sistem penglihatan. Fungsi dari vitamin A diantaranya:
v  Menjaga kesehatam mata
v  Mencagah terjadinya kangker
v  Mencegah infeksi
v  Produksi vitamin A dapat mengencangkan kulit
v  Diperlukan untuk ibu hamil
Penyakit akibat kekurangan vitamin A:
v  Hemeralopia
v  Bintik pitot
v  Keratomalasi
v  Seroftalmia
v  Frinoderma
v  Pendarahan pada selaput usus
v  Proses pertumbuhan berhenti

2.      Vitamin B
Vitamin B atau yang lebih dikenal dengan B kompleks adalah vitamin yang penting untuk retensi kelembapan di kulit. Jenisnya-jenisnya ada 8 diantaranya:
v  Vitamin B1
v  Vitamin B2
v  Vitamin B3
v  Vitamin B5
v  Vitamin B6
v  Vitamin B7
v  Vitamin B9
v  Vitamin B12
3.      Vitamin C
Meruapakan agen detoksifikasi yang sangat baik, mampu bilas racun dan radikal bebas dari tubuh, sehingga mempertahankan elastisitas kulit. Hal ini meningkatkan produksi kolagen dan pembentukan jaringan baru. Semua proses ini di perlukan kulit terus-menerus.
4.      Vitamin D
Vitamin D adalah vitamin yang larut dalam lemak. Nama lainnya adalah kalsiferol. Vitamin D dikenal ada 4 jenis yaitu vitamin D1, D2, D3 dan D4.
5.      Vitamin E
Vitamin E adalah vitamin yang paling penting dalam menyegarkan kulit, membuat kulit lembut dan letur. Vitamin ini terdapat pada almond, walnut, kacang, zaitun, dll.
6.      Vitamin K
Salah satu vitamin yang paling efektif untuk menigkatkan elastifitas kulit adalah vitamin K. vitamin ini juga digunakan sebagai pengobatan yang efektif untuk penyembuhan psuedoxanthoma elasticum. Vitamin ini terdiri dari 3 jens yaitu vitamin K1, K2, K3 yang mengatur aliran darah yang selanjutnya memberikan nutrisi pada kulit, selain itu menaikkan elastifitas kilit, juga membantu menghilangkan keriput.

PENYAKIT KULIT DAN CARA PENANGGULANGANNYA
A.    PENYEKIT KULIT AKIBAT GANGGUAN INFLAMASI
Jenis penyakit kulit ini kebanyakan kondisinya jangka panjang, menyebabkan kemerahan, pembengkakan, lesi dan plak pada kulit, kulit meradang, melepuh dan berisi cairan. Biasanya menimbulkan rasa gatal. Jenis-jenis penyakit kategori ini yaitu:

1.      Eksim/ Dermatitis
Eksim atau dermatitis adalah istilah kedokteran untuk kelainan kulit yang mana kulit tampak meradang dan iritasi. Peradangan ini bisa terjadi dimana saja namun yang paling sering terkena adalah tangan dan kaki. Jenis eksim yang sering di jumpai adalah eksim atopik atau dermatitis atopik. Namun ada 4 jenis eksim selain yang di kenal yaitu:

1.      Eksim statis
2.      Eksim nummular
3.      Eksim atopic
4.      Eksim kontak
a.       Hal yang harus dihindari
·         Tekanan
·         Perubahan suhu atau kelembaban
·         Bakteri infeksi kulit
·         Kontak dengan jaringan yang bersifat iritan
b.      Pengobatan
Untuk pengobatan penyakit eksim ini terdapat dua kategori:
v  Dengan resep obat dokter
Krim atau salep kortikosteroid sperti hidrokortison, betametason, desonide, mometasone, triamcinolone dapat mengurangi ruam dan eksim untuk mengendalikan gatal-gatal
v  Secara alami/herbal
Bahan alami yang digunakan untuk meredakan peradangan adalah rimpang jahe dan lobak.
c.       Pencegahan
Menghindri kulit kering dapat menjadi fakor untuk membantu mencegah serangan penyakit eksim. Beberpa cara untuk membantu dalam pencegahan penyakit kulit diantaranya:
v  Mengurangi frekuensi mandi
v  Menggunakan air hangat untuk mandi
v  Hindari penggunaan sabun pada daerah yang terkena eksim
v  Hindari kontak dengan kain tau selimut yang terbuat dari wol
v  Manghindari maknan yang alergi
v  Jangan mengguanakan sabun atau deterjen yang keras
v  Meperhatikan obat dan kosmetik
v  Jaga keseimbangan berat badan
v  Tidak menggaruk kulit yang sakit

2.      Psoriasis
Psoriasis ialah sejenis penyakit kulit yang penderitanya mengalami proses pergantian kulit yang terlalu cepat. Kemunculan penyakit ini terkadang untuk jangka waktu lama atau timbul, hilang. Penyakit ini secara klinis sifatnya tidak mengancam jiwa dan tidak menular tetapi karena timbulnya dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja sehingga dapat menurunkan kualitas hidup serta mengganggu kekuatan mental seseorang bila tidak di rawat dengan baik.
a.       Jenis-jenis psoriasis
v  Psoriasis guttate
v  Psoriasis kukyu
v  Psoriasis plak
v  Psoriasis inverse

b.      Pemicu psoriasis
v  Garukan/ gesekan dan tekanan yang berulang-ulang
v  Obat telan tertentu antra lain obat anti hipertensi dan antibiotic
v  Mengoleskan obat terlalu keras bagi kulit
v  Sedang mengalami infeksi saluran nafas bagian atas
v  Memakan kalori yang sangat tinggi
c.       Pengobatan
Pengobatannya dapat dilakukan dengan dua cara:
v  Melalui kedokteran
Bisa menggunakan sale poles (topical), obat telan (sismetik) atau dapat dengan penyinaran sinar UVB.
v  Secara tardisional
Secara tradisional dengan gamat/teripang yang kaya akan kolagen dan gamapeptide.
d.      Pencegahan
a.       Jauhkan pikiran kita dari stress, percaya diri dan tetap semangat
b.      Jaga pola makan yang teratur
c.       Tidur yang teratur
d.      Konsumsi makanan yang bergizi
3.      Jerawat
Jerawat adalah suatu keadaan dimana pori-pori kulit tersumbat sehingga meimbulkan kantung nanah yang meradang.
a.       Penyebab jerawat
v  Produksi minyak berlebihan
v  Adanya sumbatan lapisan kulit mati pori-pori yang terinfeksi
v  Bakteri
v  Kosmetik
v  Obat-obatan
v  Telpon genggam
v  Stress
v  Faktor genetic keturunan orang tua
v  Faktor hormone seperti pada saat pubertas menginjak belia
v  Adanya iritasi kulit
v  Pil KB
b.      Gejala jerawat
v  Jerawat yang tidak meradang
Adanya benjolan di permukaan kulit atau tekstur kulit tidak merata
Kulit terasa kasar
v  Jerawat yang meradang
Kulit terlihat kemerahan dan meradang
Terjadi pembengkakan
Iritasi kulit
c.       Jenis-jenis jerawat
v  Jerawat biasa
v  Komedo
v  Jerawat radang
v  Jerawat konglobata
v  Jerawat dada dan punggung
v  Jerawat berdasarkan lesinya
v  Jerawat medicametosa
v  Jerawat neonatorium
v  Jerawat rosacea
d.      Cara mengatasi jerawat
v  Kulit wajah harus selalu bersih saat beristirahat di rumah
v  Jangan memecahkan jerawat dan jangan sering di sentuh
v  Hindari pemakaian kosmetika rias saat tidur

B.     PENYAKIT KULIT DI AKIBATKAN KARENA VIRUS
1.      Cacar air
Merupakan sauatu penyakit yang menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster.
2.      Campak
Merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus morbillivirus yang sangat menular untuk manusia.
3.      Herpes zoster
Herpes zoster adalah jenis penyakit kulit yang disebabkan oleh virus varisela-zoster yang menetap laten di akar saraf.
C.     KANKER KULIT
Merupakan pertumbuhan sel-sel kulit pada abnormal
a.       Pengobatan
v  Pengobatan operasi
v  Kemoterapi
v  Radioterapi
v  Pengobatan minimal invasive
D.    PENYAKIT KULIT YANG DIAKIBATKAN OLEH INFEKSI JAMUR
1.      Panu
Panu adalah penyakit kulit yang menyerang manusia yang disebabkan oleh jamur.
2.      Kudis
Kudis adalah kondisi kulit yang terasa sangat gatal akibat tungau keci yang disebut dengan sarcoptes scabiei
3.      Kurap
Kurap adalah salah satu penyakit kulit yang menular disebabkan oleh fungi.
4.      Ketombe
Ketombe adalah penglupasan kulit mati yang berlebiahan di kulit kepala

E.     PENGOBATAN PENYAKIT KULIT
1.      Melalui obat
a.       G-heksaklorsiklehoksana, pyrethroida, benzilbenzoat\
b.      Ditranol
c.       psoralen


PENERBIT : AYU MAHARANI

Daftar pustaka
Maharani, Ayu.2015.penyakit kulit perawatan,pencegahan, pengobatan.yogyakarta

Sistem Kekebalan Tubuh

SISTEM KEKEBALAN TUBUH

GARIS PERTAHAN TUBUH PERTAMA
           
Kulit merupakan proteksi utama yang penting dan berperan berperan sebagai barier fisik untuk menghentikan invasi mikroorganisme dan subtansi lain. Secret kulit, seperti asam keringat dan asam lemak dari elenjar lemak, berperan dalam menghancurkan dan mengurangi pertumbuhan bakteri pada permukaan kulit. Populasi mikroflora normal yang berkolonisasi pada permukaan kulit akan menghambat pertumbuhan mikroorganisme pathogen potensial dengan cara mengompetisi ruang dan makanan yang tersedia.
            Membran mukosa,  seperti muosa pencernaan, pernapasan, urinary dan reproduksi berfungs unru melindungi tubuh dari invasi mikroorganisme asing. Urin dan secret mukosa akan mendorong dan mengeluarkan mikroorganisme kea rah luar tubuh. Barier kimia dilakukan missal oleh enzim antimikroba, lisosim dalam pernapasan, air mata, saliva, hidung dan asam lambung.
            Setiap hari tubuh manusia dapat terkontaminasi dengan berates-ratus bakteri yang dapat memasuki tubuh dalam berbagai cara, misalnya melalui konsumsi makanan, tetapi hamper semuanya dimatikan oleh mekanisme pertahanan tubuh. Beitupun tiap hari manusia mengkonsumsi beratus-ratus baketri dan lagi-lagi hamper semuanya mati di saliva atau asam lambung. Dalam keadaan ini, saliva atau asam lambung merupakan  media pertahanan tubuh. Namun, kadang-kadang satu bakteri dapat lolos dan menyebabkan keracunan makanan. Dalam hal ini, suatu efek yang sangat nyata  dari kegagalan sistem imun, yang dapat terlihat adalah mual dan diare, keduanya merupakan dua gejala  yang sangat umum terjadi.
RESPONS IMUN
            Sistem imun bekerja setiap saaat dengan beribu cara yang berbeda-beda, tetapi tidak terlihat. Satu hal yang menyebabkan tubuh benar-benar menyadari kerja sistem imun adalah disaaat sistem imun gagal karena beberapa hal. Tubuh juga menyadari saat sistem imun bekerja dengan menimbulkan efek samping yang dilihat atau dirasakan.
KELAINAN RESPONS IMUN
            Dapat terjadi banyak masalah dari kerja sisitem imun yang keliru atau tidak diharapan. Contohnya alaergi, diabetes mellitus, atriris reumatid, penolaan jaringan tranplantasi, AIDS, dan tumor ganas limfoma. Alergi hanyalah merupakan kerja sistem imun yang berlebihan terhadap suatu rangsang tertentu bagi orang lain tidak mengakibatkan hal demikian. Diabetes militus (DM) disebabkan oleh sistem imun yang secara tidak tepat menyerang sel pankreas dan merusaknya. Penyakit radang sendi (arthritis rheumatoid) disebabkan oleh kerja sistem imun yang tidak sewajarnya pada jaringansendi. Kegagalan tranplantasi organ disebabkan oleh kerja sisitem imun berlebih, dan sering kali menolak organ yang di translantasikan tersebut. Pada, AIDS kelainan fungsi imun terjadi karena sel yang bekerja dalam sisitem imun berurang baik dalam jumlah maupun fungsinya, seperti sel magrofag dan sel T, karena kerja virus, kelainan pada bentuk peningkatan jumlah dan fungsi sel-sel sistem imun, selain terjadi pada alergi dan keadaan hipersensivitas, dapat pula trejadi pada tumor ganas, misanya limfoma.
REGULASI SISTEM IMUN
Regulasi Fisiologis
            Sistem imun meningkat saat tidur dan istirahat, dan melemah oleh stress. Diet dapat mempengaruhi sistem imun contohnya, buah segar, sayuran dan makanan kaya asam lemak tertentu dapata memelihara kesehatan sistem imun. Asupan nutrisi yang kurang pada janin dapat menyebabkan penurunan sistem imun utnuk seumur hidupnya.
GANGUAN REGULASI SISTEM IMUN
Imunosupresi
            Sistem imun dapat di manipulasi dengan tujuan untuk merespons sesuai dengan yang di inginkan, hal ini dilakukan pada keadaan seperti autoimunitas, alergi dan penolakan transplantasi. Obat imunosupresan di gunakan untuk mengontrol kelainan pada autoimun atau keadaan inflamasi ketika terjadi erusakan jaringan yang berlebihan dan juga untuk mencegah penolakan transplantasi sesudah transplantasi suatu organ dilaukan.
RESPONS IMUN INNATEINON- SPESIFIK ATAU ALAMI
            Respons imun innate atau respons non-spesifikm atau renspons imun alami sudah ada sejak lahir dan merupakan komponen normal yang selalu ditemukan  pada tubuh sehat. Repons ini meliputi: pertahanan fisik/mekanik, pertahanan biokimia, perthanan humoraldan pertahanan selular.
RESPONS IMUN ADAPTIF
            Sering kali respons imun non-spesifik (aktivitas fagositosis, NK, inflamasi) yang di dapat saat lahir dan terjadi beberapa jam pertama infeksi tiak cukup mengatasi pathogen sehingga penyakit terjadi dan tubuh harus menyembuhkan diri dengan mengativasi dengan respons imun adaktif melawan pathogen yang menyerang. Respons imun adaptif dimediasi oleh sel limfosit.
AMI (antibody mediated imunne response)
            Limfosit B menjadi sel imunokompeten dewasa dalam sumsum merah tulang. Tiap limfosit B mengekspreasikan resptor antigen tunggal spesifi (misalnya, antibodi) pada permukaan sel. Pada imunitas di mediasi antibodi (AMI), ikatan antigen dengan reseptor antigen (misalnya, antibodi) pada sel B menyebabkan aktivasi dan diferensasi sel B menjadi sel plasma pembentuk antibodi.
CMI (Cell-mediated imunne response)
            Kontars dibandingkan dengan AMI, CMI melawan pathogen penyerang dengan di mediasi oleh limfosit T. limfosit T bertanggung jawab terhadap imunitas di mediasi sel (CMI) dalam melawan antigen asing. Mengembangkan respons imun di mediasi sel T terhadap antigen tumor merupakan tujuan vaksinasi cankers
FUNGSI KOMPONEN SISTEM IMUN
1.      Fungsi Leukosit
a.       Kemotaksis
Begitu leukoait memasuki jaringan ikat, sel ini harus mampu bermigrasi dan menempati jaringan yang terluka. Hal ini terlaksana dengan bai oleh kemotaksis yang bergantung pada kemampuan leukosit untuk merasakan gradient kimiawi yang melintasi badan sel dan berimigrasi kea rah yang lebih tinggi konsentarsi kimiawinya.
b.      Fagositosis
Contoh sel fagositosis adalah sel neutrofil, monosit dan magrofag. Seperti tipe lain dari sel darah putih, sel fagosit berasal daari sel pumca (stem) pluripoten dalam sumsum merah tulang.
c.       Pemprosesan dan penyajian antigen molekul MHC
Molekul MHC merupakan suatu tempat pada lengan pendek kromosom 6 (6p21.3) yang mengode sejumlah molekul MHC kelas I, II dan III yang terlibat dengan pengikatan antigen, pemrosesan, dan penyajiannya.
2.      Neutrofil dan monosit / magrofag
Neutrofil dan monosit merupakan sel fagositik dari leukosit. Perbedaan mendasar dari keduanya adaalah neutrofil mengalami diferensiasi hamper lengkap dalaam sumsum tulang selama 14 hari, sedangkan monosit keluar dari sumsum tulang sesudah 2 hari dalam keadaan yang relative tidak dewasa dan derdiferensiasi dalam jaringan.
3.      Limfosit
Tiga tipe utama limfosit dibedakan berdasarkan pada reseptor antigen, menjadi limfosit-T, limfosit-B, dan sel pembunubh sel alami (NK, natural killer). Dalam darah, sel B dan sel T bersifat tidak aktif dan berukuran kecil.
Sel NK dapat berdiferensiasi secara luas dalam sumsum tulang dan tapak dalam darah sebagai suatu limfosit besar bergranular.
4.      Antibody
Antibody merupakan protein (imonoglobulin). Di hasilakan oleh sel plasma yang berasal dari ploriferasi dan diferensiasi sel B yang terjadi setelah kontak dengan antigen. Diklasifikasikan bedasarkan kegunaanya, yang utama adalah antibody netralisasi yang berfungsi untuk melawan toksin, melapisi bakteri dengan opsosnin untuk membantu proses fagositosis antibody dengan mengikat bakteri.
5.      Sel pembunuh alami NK
Sel Nk merupakan subpopulasi limfosit yang berperan penting dalam respons imun alami dengan memediasi efek sitosis dalam sel target dan dengan melepas sitokin (IFNy dan TNF). Sel NK mengenali dan membunuh sel tumor tertentu dan sel yang terinfeksi virus.
6.      Komplemen
Komplemen merupakan sauau rangakaian interksi dari sekitar 30 membran yang berhubungan dengan reseptor sel dengan glokoprotein serum yang larut. Komponen larut dari sistem ini berjumlah sekitar 5% (3-4mg/mL) dari total protein serum
7.      Sitokin
Sitoin merupakan protein hormone yang kurang spesifi dan lebih terlokalisasi disbanding hormone endokrin serta dapat menstimulasi atau mengahmabat fungsi normal sel. Baik sitetm imun selular maupun humoral dioordianasi oleh sitokin (60 sitokin).
8.      Interleukin
Ada 22 interleukin (IL-1 samapi IL-22). IL-1, disekresi oleh magrofag dan monosit, menstimulasi respon inflamasi dan mengaktivasi limfosit. IL-2, di produksi oleh limfosit T-helper, menstimulasi ploriferasi dari T-helper, T-sititiksik dan limfosit-B, serta mengaktivasi sel NK.
9.      Interferon
Interferon merupakan sitoin berupa glikoprotein yang di produksi oleh makrofag yang diaktifkan, sel NK berbagai sel tubuh yang mengandung inti dan dilepas sebagai respons terhadap infeksi virus.

RESPONS IMUN DALAM INFLAMASI
            Mikroorganisme menggunakan beberapa cara untu menghindar dari sistem imun hospes: merusak antibody atau hidup dalam sel fagosit, membuat variasi tau mengganti antigen mengakibatkan imunosupresi respons imun spesifik dan non-spesifik.
            Kerusakan jaringan tubuh oleh infeksi mikroba, bahan fisis (panas, beda tajam), dan kimiawi (luka bakar asam) menimbulkan peristiwa kompleks  respns fisiologi non-spesifik (inflamasi) yang bertujuan untuk:
·         Melokalisai infeksi dan mencegah penyebaran mikroba penyerang.
·         Memobilisasi sel imun (sel neutrofi dan monosit) serta meolekul dari darah ke area infeksi
·         Menetralisasi tosin, dan
·         Mereparasi dan menggantikan jaringan yang rusak.
Peran Pembuluh Limfe dan Klenjar Limfe pada Imflamasi
            Sistem limfatik dan kelenjar limfe berfungsi untuk mengairi sehingga cairan limfe berakumulasi dalam matris ekstravaskular. Kelenjar limfe mewakili pertahanan seunder tubuh bila respons inflamasi lokal mengalami kegagalan dalam menetralkan agen penyebab. Pembuluh limfe juga berguna untuk menghantarkan antigen dan limfosit dari bagian tepi kelnjar limfe yang lebih di tengah tempat berkumpulnya sel T, B dan sel penyaji antigen. Jumlah limfe hamper sebnyak kapiler. Katup-katup pembuluh limfe mengatur arah aliran limfe dari distal ke proksimal.
Respons Imun Terhadap Virus
            Virus tidak selalu membunuh sel yang terinfeksi. Virus dapat menimbulkan mekanisme pertahanan non-spesifik pada hospes dan yang paling berperan adalah dengan menginduksi interferon. Respons imun baik humoral maupun selular berperan dalam pengendalin infeksi virus.
RESPONS IMUN PADA JARINGAN TRASNPALANTASI
            Sejak transplantasi jaringan diperkenalan, sudah  di sadari bahwa akan terjadi penolakan jaringan transplantasi yang berasal dari orang lain. Tansplantasi jaringan menghasilkan kondisi klinis dengan aspek peran sistem imun merupakan hal penting yang perlu di perhatikan.
MEKANISME IMUNOLOGI SITOTOKISITASI SEL TUMOR
Respons utama dari sistem imun terhadap tumor adalah merusak sel abnormal mengguanakan sel T sitotoksi, kadang dengan bantuan sel T-helper:
·         Sitotosisitas dimediasi sel T
·         Sitotosisitas dimediasi sel natural killer (NK)
·         Sitotosisitas dimediasi sel makrofag
·         Sitotosisitas dimediasi sel baeragntung antibody (ADCC)
·         Sitotosisitas dimediasi komplemen
PENOLAKAN SEL TUMOR TERHADAP IMUNOLOGI SOTOTOKSITAS
            Terbentuk dan berkembang suatu tumor atau keganasan yang terdeteksi secara klinis menunjukkan bahwa sel tumor mampu menghindar dari kenali dan di rusak oleh sistem imun. Dari pemeriksaan biopsi dan serum terbukti bahwa pasien kanker mampu menghasilan respons CMI dan AMI namun bukti akhir-akhir ini menyatakan bahwa respons imun sangat lemah dalam efektivitasnya memusnahkan semua sel tumor atau mampu mengenalinya saja    .
            Respons imun seing gagal dalam mengamati pertumbuhan tumor karena respons imun ini menjadi tidak efektif atau karena tumor mrnola serangan sistem imun. Penoalakan sel tumor terhadap efek sitotoksitas sistem imun dapat di sebabkan oleh beberapa faktor, sperti:
·         Variasi antigen tumor
·         Menurunnya eksperesi yang sangat imonogenik
·         Menurunnya ekspresi molekul MHC kelas 1
·         Mekanisme meningkiran respons imun oleh sel tumor
·         Imunotoleran


Penerbit: Prof.drg. Janti Sudiono, MDSc
Daftar Pustaka:
Prof.drg. Sudiono,janti. MDSc.2014. Sistem kekebalan Tubuh. jakarta