A. Aspek
Umum Infeksi Pernafasan
Infeksi pada
sistem pernafasan dideskripsian sesuai dengan areanya. Pernafasan atas atau
saluran pernafsan atas (upper airway), yang meliputi hidung dan faring. Sistem
pernafasan bawah meliputi bronkus, bronkeolus ( bagian reaktif pada saluran
pernafasan karena ototnya yang halus dan kemampuan untuk membatasi), dan
alveolus. Bagian struktur pernafasan yang meliputi klep, laring, dan trakea.
Infeksi
pernafasan menyebar dari satu stuktur ke struktur lai karena terhimpitnya
membrane mucus yang membentuk garis lurus pada seluruh sistem. Akibatnya
infeksi sistem pernafasan meliputi beberapa area dari pada strutur tunggal,
walaupun efeknya berpengarauh pada banyak penyakit.
1. Agen
penginfeksi
Sistem
pernafasan menjadi berpengaruh oleh bermacam-macam organism terinfeksi. Banyak
infeksi yang disebabkan oleh virus, terutama respiratory synctial virus (RSV).
Agen lain melakukan serangan pertam atau kedua melibatkan A B-hemolytic
streptococcus, staphylococci, haemophilus influenza Chlamydia trachomatis,
mycoplasma, dan pneumococci.
2. Umur
Bayi umur di
bawah 3 bulan mempunyai angaka infeksi darah yang rendah karena fungsi
pelindung dari antibody keibuan.
3. Ukuran
Ukuran
anatomimempengaruhi respon infeksi sistem pernafasan. Diameter saluran
pernafasan terlalu kecil dari pada anak-anak akan menjadi sasaran radang
selaput lender dan peningkatan produksi sekresi.
4. Daya
tahan
Kemampuan untuk
menahan organisme penyerang di pengaruhi banyak faktor. Kekurangan kekebalan
pada anak beresiko terinfeksi. Kondisi laian yang mengurangi daya tahan adalah
malnutrisi, anemia, kelelahan dan tubuh yang menakutkan.
5. Variasi
musim
Banyaknya pathogen
pada sistem pernafasan yang muncul dalam wabah selama bulan musim semi dan
dingin tetapi infeksi mycoplasma sering muncul pada musim gugur dan awal musim
semi.
A. Acute viral
Nasopharyngitis
1.
Pengertian
Nasopharyngitis akuat (setara dengan common cold)
disebabkan oleh sejumlah virus, biasanya rhinoviruses, RSV, adenovirus,
virusunfluenza atau virus parainfluenza.
2.
Manifestasi klinis
Gejala Nasopharyngitis lebih parah pada bayi dan
anak-anak dari pada orang dewasa. Pada umumnya demam, terutama pada anak kecil.
Anak yang lebih besar memiliki demam ringan, yang muncul pada waktu sakit.
3.
Terapi manajemen
Anak-anak dengan Nasopharyngitis dikelola di rumah.
Tidak ada pengobatan spesifik dan tidak ada pula pengobatan spesifik dan tidak
ada pula pemberian faksin secara efekif.
4.
Pertimbangan keperawatan
Dingin adalah pengenalan pertama dari orang tua untuk
mendeteksi penyakit pada bayi mereka.
B.
Aute
streptococcal pharyngitis
1. Pengertian
Grup A-b-HEMOLITIC STREPTOCCUS (gabhs) infeksi saluran
nafas bagian atas ( radang tenggorokan) bukan merupakan penyakit serius, tetapi
efek bagi anak merupakan resiko serius. Acute rheumatic fever (ARF), penyakit
radang sendi dan sisitem saraf pusat dan acute glomerulonephritis, infeksi akut
ginjal kerusakan permanen dapat dihasilkan dari gejala sisa terutama ARF.
2.
Manifestasi klinis
GHBS umumnya merupakan penyakit relative singkat yng
bervariasi dari subklinis (tanpa gejala) untuk toksisitas parah.
3.
Evaluasi diagnose
Meskipun 80% sampai 90% dari semua kasus faringitis
akut adalah viral, budaya tenggorokan harus dilakukan untuk menyingkirkan GABHS.
4.
Menejemen terapi
Jika tenggorokan streptoccal muncul, minum penicillin
sesuai batas yang di anjurkan, untuk mengontrol akut lokal manifestasi dan
untuk memelihara batas yang cukup untuk setidaknya 10 hari untuk menghilangkan
organism yang mungkin masih ada yang menyebabkan gejala demam reumatik.
5.
Pertimbangan keperawatan
Perawat sering mendapatkan penyeka tenggorokan untuk
kultur dan menginstruksikan orang tua untuk pemberian pinisillin dan anlgesik
yang diserapkan.
Penerbit : R. Hartono – Dwi Rahmawati H
Daftar pustaka
Hartono, R dan Dwi rahmawati H.2012. ISPA
gangguan pernafasan pada anak. yogyakarta

0 komentar:
Posting Komentar